Laman

Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2017

Pengorbanan Seorang Ibu untuk Anaknya



Nama                           : Herdiana Tri Kusuma Pratiwi
NIM                            : 1516121067
Mata Kuliah                : Bahasa dan Sastra Indonesia
Prodi / Semester          : PGSD / 2
                                                 
Pengorbanan Seorang Ibu untuk Anaknya
            Pada suatu hari terdapat sebuah keluarga yang terdiri dari seorang Ibu yang buta, dan dua orang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah SD dia bernama Anisa dan ada juga yang masih bayi dia bernama Rima. Ayah dari keluarga mereka sudah meninggal beberapa bulan yang lalu akibat kecelakaan bersama Ibunya pada saat perjalanan pulang dari rumah sakit setelah persalinan Rima, yang menyebabkan Ayahnya meninggal dan Ibunya mengalami kebutaan tetapi Rima selamat hanya mengalami luka ringan. Suatu hari Anisa akan berangkat sekolah dia berpamitan kepada Ibunya yang sedang mengasuh adiknya Rima.
“ Bu... Anisa berangkat sekolah dulu yaa, assalamu’alaikum...”. Anisa menggendong tas sambil bersalaman kepada Ibunya.
“ Iya nak, hati – hati di jalannya, wa’alaikumsallam..”. Ibunya yang sedang mengasuhadiknya Rima, tangan nya Ibu mengelus kepala Anisa yang akan berangkat ke sekolah.
Suatu ketika, Anisa pulang sekolah dia tak sengaja melihat Ibunya yang buta sedang bekerja mencuci baju di tiap-tiap rumah untuk mencari selembar uang untuk anak-anaknya di rumah. Lalu Anisa menghampiri Ibunya.
“ Bu.. Sedang apa Ibu disini ? ”. Raut wajah Anisa tampak sedih ketika melihat Ibunya itu sedang mencuci baju.
“ Nak, kamu sudah pulang ?, Ibu lagi kerja mencari uang buat kebutuhan kamu dan adik kamu Rima”. Ibunya nampak kaget setelah Anisa mengetahui bahwa Ibunya bekerja mencuci, karna Ibunya tidak ingin Anisa mengetahuinya.
“ Bu, kenapa Ibu melakukan seperti ini di belakang Anisa ? Anisa gak mau Ibu cape, kerja mencari uang, biar Anisa aja yang kerja membantu kebutuhan keluarga, Ibu diam aja di rumah merawat Rima, kasian Rima masih butuh Ibu”. Sambil menuntun Ibunya untuk pulang ke rumah.
Lalu Ibunya berkata, “ Anisa.. Ibu melakukan ini semua karna Ibu gak mau kamu sehabis pulang sekolah lalu kerja mencari uang, Ibu juga ingin membantu kamu, apalagi kamu masih sekolah nak, Ibu gak mau sekolah kamu terganggu, Ibu ingin kamu menjadi anak yang sukses, yang bisa membimbing adikmu di masa depan ”. sambil menatap mata Anisa.
“ Anisa juga gak mau kalau Ibu kerja, meskipun Anisa masih sekolah kelas 5, Anisa sanggup sekolah sambil kerja bu.. Anisa bisa mengatur waktu nya, udah yaa.. sekarang Ibu istirahat biar Anisa yang kerja”.
Anisa memang anak yang baik, sholehah, dan wanita penyayang kepada keluarganya, terutama kepada Ibunya yang buta itu. Setelah kepergian Ayahnya itu, Anisa lah menjadi tulang punggung keluarga, Anisa lah yang sudah memenuhi kebutuhan keluarga nya dari mencari uang, membiayai sekolahnya, bahkan mengurusi Ibu dan Adiknya yang masih kecil itu.
Setelah 15 tahun kemudian, Anisa sudah dewasa dan sudah berkeluarga. Dan pada saat itu, Anisa tak lagi tinggal di rumah bersama Ibu dan Rima adiknya. Anisa sekarang tinggal bersama suami dan buah hati anaknya yang masih kecil. Dan Rima juga nampak sudah remaja dan dia pun sudah sekolah di bangku SMA. Di rumah itu sekarang hanya ada Ibu dan Rima. Ibunya sekarang yang menggantikan posisi Anisa yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan dia dan anaknya yang masih sekolah SMA. Ibunya yang tiap hari bekerja mencuci baju, menjadi pembantu di warung nasi, dan menjadi pemulung. Meskipun Ibunya buta tetapi Ibunya bisa melihat dengan memakai perasaan hatinya.
Suatu ketika, malam itu Rima akan pergi menghadiri acara ulang tahun nya yang rumahnya cukup jauh dari rumah yang ia tempati.
Lalu, sebelum berangkat Rima menyuruh Ibunya untuk mengambilkan sepatu yang akan ia pakai.
“ Bu.. Bu.. Ibuuuu ....” . Nampaknya wajah Rima kusut dan kesal setelah beberapa kali ia memanggil Ibunya.
“ Iya ada apa Rima sayaaang, maaf nak.. Ibu habis selesai sholat Isya” . Ibunya sambil mendekati Rima.
“ Duuuh Ibu ini, di panggil lamaa bangeet sii !!! . Tolong yaa buu ambil kan aku sepatu di belakang, aku gak keburu nii bu lagi siap-siap mau berangkat”. Sambil berdandan bergegas siap-siap akan berangkat ke pesta acara ulang tahun nya itu.
“ Nak memangnya kamu mau pergi kemana ? ko ga bilang – bilang dulu sama Ibu ”. Sambil memegang Rima.
“ Duuh.. Ibu gak usah bawell deh, gak usah banyak omong, cepat sekarang ambilkan sepatu, aku mau berangkat nanti temen cowok ku jemput aku ke rumah”. Sambil siap-siap pergi.
“ Iyaa... iyaa.. nak, Ibu ambilkan”. Lalu Ibu ke belakang mengambil sepatu Rima, lalu Ibu mendengar TIIIDIIIDD .. TIIDD .. TIIDD .. nampaknya suara mobil teman cowok nya Rima sudah datang, lalu Ibu menghampiri Rima.
“ Sayaang, ini sepatu nya nakk ..”. Sambil memberikan sepatu itu, layaknya seperti seorang pembantu.
“ Lama bener ngambil sepatu, ooooh pantes butaa !!! ”. Sambil mendekati muka Ibunya.
            Ibunya nampak sedih karna merasa di hina oleh anaknya sendiri, tetapi Ibunya tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan anaknya. Ibunya berusaha tegar dan kuat, dan akhirnya Ibu berkata.
“ Rima.. itu yang di depan rumah, temanmu ??? ” . Nampaknya perasaan Ibu itu tidak enak meskipun Ibu buta tetapi dia bisa merasakan nya dengan hati.
“ Iya kenapa ?? pengen tau ?? gak bakalan tau, ibu kan buta !, yang jelas dia itu teman dekat Rima, dia orang kaya, orang tuanya aja pengusaha, gak kaya Ibu udah buta, hidupnya susah, bikin aku capek”.
“ Astaghfirullah allazim Rimaaa.. Ibu tak menyangka kamu perlakukan Ibu seperti ini”. Sambil meneteskan air matanya.
“ Ibu ini cengeng yaa.. Udahlah buu, temenku nunggu ntar kemaleman lagi gara-gara debat sama Ibu”. Sambil membukakan pintunya.
“ Rimaa.. rimaa jangaan pergi nakk..”. Sambil menangis.
            Setelah Rima pergi bersama teman cowoknya ke pesta ulang tahun temannya. Rima berpesta-pesta dengan temannya sampai ia lupa pulang ke rumah. Sudah Pukul 2 malam Rima belum saja datang. Ibunya pun menunggu dan mencari Rima ke jalan. Setelah itu waktu pun sudah malam sekali, Rima bersama teman cowoknya itu pulang, mengantarkan Rima, tetapi cowok itu tidak mengantarkan Rima, dia menurunkan Rima di tengah jalan, Rima tak sadarkan diri karena ia sedang mabuk. Rima berjalan nyusuri jalan, selama di perjalanan Rima di goda oleh beberapa preman. Tak di sangka selama Ibu nya mencari Rima di jalan akhirnya Ibunya mendengar suara jeritan wanita dan Ibunya menduga itu suara Rima. Lalu Ibunya menghampiri Rima pada akhirnya Ibu yang buta itu tertabrak mobil. Setelah itu Ibunya di bawa ke rumah sakit, dan Anisa kakaknya itu mengetahui kabar dari tetangganya Ibu, bahwa Ibunya mengalami kecelakaan dan akhirnya di bawa ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Anisa mendengar omongan-omongan tetangga Ibunya bahwa yang menyebabkan Ibunya tertabrak itu dise-babkan oleh adiknya sendiri Rima. Lalu Anisa menghampiri tetangga nya itu.
“ Maksudnya apa buu ?? , ada apa dengan adik saya ? ”. dengan perasaan nya tak menentu.
Lalu tetangganya memberitahu semuanya, tentang apa yang sudah di lakukan oleh Rima terhadap Ibunya. Anisa tak menyangka bahwa adiknya seperti itu, Anisa menyangka bahwa adiknya baik-baik saja. Dan pada akhirnya Anisa menemui Rima yang sedang asik-asik santai di rumah.
“ Rimaa !!.. Kakak gak nyangka kamu perlakukan Ibu, menghina Ibu yang sudah melahirkan dan membesarkanmu Rima !!! Kakak benar-benar kecewa sama kamu, kamu anak durhaka yang tidak tau di untung”.
“ Kakak tau kenapa Rima seperti ini ??, Rima malu kak punya Ibu buta, jadi pembantu, buruh, bahkan jadi pemulung”.
“ STOPP !! Kamu menghina, memperlakukan Ibu mu seperti itu.. ”.
“ Kenyataannya seperti itu kak, FAKTA !!”.
“ Kamu anak yang durhaka Rima apalagi sama Ibu, Ibu yang udah mempertaruhkan nyawa mu ketika Ibu melahirkan kamu, Ibu buta, Ayah meningal karna kecelakaan saat selesai persalinan kamu di rumah sakit, kamu masih mau menganggap Ibumu budak? Pembantu ?, jadi bahan Hinaan kamu ? IYAA !! Sadaaaar Rima Sadaarr, Sekarang Ibu Koma’ masuk rumah sakit itu semua karna kamu, Ibu tertabrak karna akan menyelamatkan kamu, apa kamu sekeji, sekejam itu sama apa yang udah Ibu korban kan terhadap kamu Rima”.
            Akhirnya Rima termenung menangis atas apa yang sudah kakaknya sampaikan terhadap dia, ternyata pengorbanan Ibu sangat besar, sangat mulia, Ibu buta dan ayah meninggal itu semua karna kecelakaan, karna musibah. Akhirnya Rima bergegas ke rumah sakit untuk menemui Ibu nya yang koma’ dan memohon ampun.
“ Assalamu’alaikum.. Ibu maafkan Rima selama ini Rima sudah berbuat dosa, sudah durhaka terhadap Ibu, maafin Rima buu, Rima hilaf.. ” . Sambil menangis dan memeluk Ibunya yang sedang koma’. Akhirnya Ibu sadar menyebut nama Anisa dan Rima.
“ Anisaa.. Rimaa.. ???” . kedua adik kakak itu mendekati Ibunya yang sudah bangun dari koma’nya.
“ Iya buu.. ini Anisa dan Rimaa.. ”. Sahut Anisa sambil mendekati Ibunya.
“ Nakk.. jaga dirimu baik-baik yaa.. Ibu hanya ingin kalian rukun, hidup senang, dan kamu Rima harus nurut sama kakak yaa sayaang” .
“ Ibuu.. Ibuuuu... maafin Rima bu.. Rima nyesal atas perlakuan Rima terhadap Ibu.. Rima sudah menjadi anak yang durhaka sama Ibuu.. Rima hilaf maafiin Rimaa buu.. Rima sayang sama Ibu. Rima janji, Rima akan menjadi anak yang berbakti sama Ibu, Ibuu yang kuat yaa, Ibu harus sembuh ”. Sambil menangis dan menyesali perbuatannya.
“ Rimaa anak Ibuu.. Ibu sudah memaafkan kamu nak.. Ibu juga sayaang banget sama kamu dan kakak mu.. jaga diri kalian baik – baik yaa.. Ibu sudah tidak kuat lagii ” . Sambil merasakan kesakitan dan akhirnya meninggal.
            Kedua anak itu menangis atas kepergian Ibunya, terutama Rima yang sudah sadar dan menyesali perbuatannya itu. Pada hari itu Rima menjadi anak yang baik, sholehah dan rajin kerja keras seperti kakaknya.

Pengabdian seorang Anak



Pengabdian seorang Anak

        Aku terlahir dari pasangan kekasih yang di ridhoi oleh yang maha kuasa. Selama aku berada di dalam kandungan seorang ibu, hingga aku sebesar ini, aku di rawat, dilindungi, di besarkan dengan penuh kasih sayang. Terkadang aku merasa malu dengan diriku ini yang sudah besar, mencukupi umur yang mendekati dewasa tetapi aku belum bisa membaha-giakan mereka, mengabdi kepada mereka.
Sampai saat ini, aku mencari jalan keluar bagaimana pun itu caranya itu semua demi membahagiakan mereka. Aku mencita-citakan menjadi seorang polisi yang menjaga, melindungi orangtua ku dan masyarakat disekelilingku. Aku berusaha, berusaha dan terus berusaha demi cita-citaku sambil menjalankan kuliahku di keguruan di salah satu perguruan tinggi di kotaku.
          Selama aku menjalankan kuliah dan selama itu juga aku berusaha dengan tekadku sendiri mewujudkan cita-citaku menjadi seorang polisi yang cantik, berwibawa yang insya allah bisa menjaga, melindungi orang tuaku, masyarakat, dan negaraku. Sebesar apapun rintangannya, sebesar apapun masalahnya aku terus berusaha semampuku, sebisaku dan semua-nya aku serahkan kepada allah swt. 
          Dan itu semua hanya maha kuasa lah yang bisa menentukan rezeki ku menjadi anggota polisi yang berwibawa, yang bisa menjaga, melindungi orangtuaku, masyarakat dan negara, atau menjadi seorang guru yang mu-lia, yang mencerdaskan anak bangsa dan negara tanpa balas jasa. Aku hanya bisa berusaha semampuku berdo’a meminta yang terbaik buatku. Apapun yang terjadi aku akan menerima nya dengan sepenuh hati. Entah itu menjadi seorang polisi, entah menjadi seorang guru, entah dua-dua nya terkabul aamiin... J

Jumat, 16 Desember 2016

Cerpen "Sebuah Janji"


                                                                      Sebuah Janji

      Malam semakin larut. Laki-laki itu masih gundah. Pikirannya masih tertuju pada istrinya. Sering kali perasaan menyesal muncul dalam dirinya ketika ia bertengkar dengan istrinya. Sudah hampir dua bulan ini tidak ada panggilan kerja, semenjak ia kembali dari daerah perantauannya di Kota Batam. Ia bingung. Bekerja sebagai kuli bangunan kadang membuatnya bosan. Sudah berkali-kali ia mencari pekerjaan tetap, namun ia masih belum mendapatkanny. Hal ini sering membuatnya stres. Itu yang menyebabkan dirinya sering bertengkar dengan istrinya, meskipun acap kali hati kecilnya berkata sebenarnya istrinya tidak salah apa-apa.
      Ia sering merasa jenuh menjalani hari-hari yang tidak menentu dalam hidupnya. Ia merasa tidak ubahnya bagai kapal yang berlayar tanpa tujuan. Limbung kesana kemari tanpa tahu arah yang akan dituju, dipermainkan ombak dan badai. Dan nyaris hancur membentur batu karang. Rumah tangganya seolah hampir karam dilamun ombak dan badai kehidupan. Untuk menenangkan pikirannya, ia sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya di kedai tempat biasa mereka bermain judi dan minum-minuman keras, dan begadang hingga larut malam.
      Ia tidak menyangka suaminya kembali berubah setelah ia kembali dari daerah perantauannya di Batam. Sebelum berangkat ke Kota Batam, suaminya sudah berjanji padanya untuk tidak lagi mengulang perbuatan masa lalunya. ia berjanji untuk mencari kehidupan yang lebih baik, dan pulang membawa hasil jerih payahnya. Namun ternyata, yang terjadi justru sebaliknya, tidak saja ia kembali ke kehidupan masa lalunya, ia bahkan nyaris tidak mengenal suaminya yang sekarang.
      Dirinya bisa bertahan jika suaminya tidak memberinya belanja, bahkan walaupun berminggu-minggu dengan mengandalkan pemasukan dari pekerjaannya sebagai tukang cuci keliling. Namun, ia tidak sanggup menerima kata-kata suaminya yang menusuk jantungnya. Hatinya sering kali merasa perih ketika suaminya mencecernya tanpa perasaan. Namun demikian, ia tidak akan pernah berniat untuk minta cerai pada suaminya. Ia tidak akan pernah menyesali nasibnya karena telah menikah dengannya. Ada alasan mengapa ia masih mencoba untuk bertahan sejauh yang ia mampu untuk bersabar menerima cobaan ini, ia sudah berjanji pada teman baiknya, untuk tidak pernah minta cerai pada suaminya apapun yang terjadi. Dan ia akan mencoba memegang teguh janji itu selama ia sanggup.
            

Kamis, 15 Desember 2016

penjajahan indonesia




Penjajahan Indonesia
A.  LATAR BELAKANG TIMBULNYA PENJAJAHAN DI INDONESIA
Timbulnya penjajahan di indonesia secara garis besar disebabkan oleh dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Secara terperinci faktor-faktor tersebut sebagai berikut.
1. Faktor Ekstern 
   Adalah kondisi yang terjadi di Eropa sehingga memungkinkan terjadinya penjajah-an di Indonesia tidak lepas dari masuknya bangsa Barat ke Asia Tenggara pada abad ke- 16 yang secara bertahap membawa bangsa Indonesia ke lingkup perdagangan Inter-nasional dan bersamaan dengan itu pula secara tahap demi setahap kekuasaan asing mulai masuk ke tanah air kita. Yang menyebabkan bangsa Eropa datang ke Indonesia karena di dorong oleh faktor-faktor.
a.         Berkembangnya keyakinan akan kebenaran.
b.         Berlangsungnya zaman Renaissance di Eropa
c.         Berkembangnya kekuasaan Islam di daerah Afrika Utara dan pantai timur Laut Tengah.
d.        Semangat Reconquesta atau semangat perang salaib.
e.      Ambisi untuk mencari daerah-daerah baru dalam rangka mengemban tugas mencari kekayaan, kejayaan dan penyebaran agama Nasrani. 
f.          Adanya perjanjian Tordessila (7 Juni 1494).
2.    Faktor Intern atau Kondisi yang Memungkinkan Bangsa Asing Menjajah Indonesia
a.       Kontak hubungan perdagangan.
b.      Penghasil rempah-rempah terbesar.
c.       Belum adanya rasa persatuan antara kerajaan yang satu dengan kerajaan yang lain.

B.  KARAKTERISTIK PENJAJAHAN PORTUGIS, SPANYOL, INGGRIS, BELANDA DAN JEPANG
1.      Karakteristik Penjajahan Portugis
Faktor penyebab portugis mengadakan ekspansi ke arah Timur disebabkan oleh per-janjian Tordesilas oleh Paus Alexander VI di Roma. Setelah Portugis berhasil mengua-sai Asia Tenggara khususnya selat malaka (1511), dari sinilah Portugis mengirimkan angkatan perangnya ke Maluku dipimpin oleh Antonio d’Abreu. Portugis berhasil me-monopoli perdagangan ini berarti rakyat harus menjual rempah-rempahnya ke Portugis dengan dengan harga yang telah ditentukan oleh Portugis yang cenderung lebih murah, barang siapa menentang diancam dengan kekerasan senjata. Kerajaan Islam yang ber-hadapan langsung dengan Portugis ialah Demak, Ternate, dan Aceh.
2.      Karakteristik Penjajahan Spanyol
Sesuai dengan perjanjian Tordesilas bahwa Spanyol mendapat bagian wilayah Barat rombongan kapal Spanyol bertolak dari negerinya menuju ke arah Barat, di bawah pim-pinan Magelhaen. Sesudah itu mereka tiba di lautan terbuka yang amat luas yaitu, Sa-mudra Pasifik (Laut Teduh). Rombongan kapal Spanyol ini setelah melintasi Samudra Pasifik, tiba di Filipina. Magelhaen sendiri tewas dalam perang dengan penduduk pulau Cebu (baca Sebu) di Filipina. Akan tetapi rombongannya, meneruskan perjalanan ke Maluku dan tiba di Tidore tahun 1521.
3.      Karakteristik Penjajahan Inggris 
Pelayaran orang-orang Inggris ke kawasan Asia Tenggara dan dunia Timur pada umumnya tertinggal jika dibandingkan dengan pelayaran orang-orang Portugis. Hal ini disebabkan perhatian Inggris lebih dicurahkan ke benua Amerika disamping belum me-ngetahui betul jalan menuju ke Timur yang melewati Tanjung Harapan. Pada tahun 1980 F. Drake dalam perjalanan keliling dunia singgah di Ternate, setelah berlayar me-ngarungi Lautan Pasifik.
4.      Karakteristik Penjajahan Belanda
Kehadiran Belanda ke Indonesia semata-mata didorong oleh upaya mencari sendiri rempah-rempah ke Indonesia sehingga awal kedatangannya tidak dianggap memba-hayakan kedudukan penguasa-penguasa pribumi. Ekspedisi pertama tahun 1596 dipim-pin oleh Cornelis de Houtman berhasil mendarat di Banten, keberhasilan ini disambut baik oleh masyarakat pendagang Belanda sehingga pada waktu yang tidak begitu lama telah banyak para pedagang Belanda sampai di Maluku. Oleh karena kehadiran mereka disini tidak di koordinasi oleh pemerintah Belanda maka diantara mereka terjadi per-saingan tidak sehat, untuk mengatasi persaingan ini dibentuklah kongsi dagang Belanda pada tanggal 20 Maret 1602 dan di beri nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). Tujuan di bentuknya Voc ini adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya de-ngan jalan melawan persaingan baik dari dalam maupun dari luar negeri (Portugis, Spa-nyol, dan Inggris). Hak monopoli ini merupakan hak kedaulatan yang di miliki VOC sehingga memiliki :
a.       hak membuat perjanjian dengan raja-raja di kawasan tersebut.
b.      hak untuk menyatakan perang dan mengadakan perdamaian.
c.       hak membuat senjata dan mendirikan perbentengan.
d.      hak mencetak uang.
e.       hak mengangkat dan menghentikan para pegawainya.
f.       hak mengadili perkara, dan
g.      hak oktroi ini berlaku untuk jangka waktu 21 tahun.
di tubuh VOC sendiri semakin keropos akibat korupsi sehingga pada tanggal 31 Desem-  ber 1799 VOC dinyatakan bubar.
5.      Karakteristik Penjajahan Jepang
Dengan program yang di lancarkan oleh jepang untuk membentuk per- semakmuran bersama Asia Timur Raya mendapat sebutan positif dari rak-yat Asia dan Fasifik umumnya, khususnya Indonesia sehingga kedatangan Jepang di Indonesia tidak mendapat perlawanan bahkan di sambut dengan senang hati sebagai saudara tua yang akan membebaskan rakyat Indonesia dari penindasan dan penjajahan bangsa Barat. Sebenarnya apa yang disebut kemakmuran bersama oleh Jepang tidak lain adalah kemakmuran bagi Jepang sendiri. Semakin sadar setelah tentara Jepang yang disertai sipilnya mulai mela-kukan pemerasan atas segala kekayaan Indonesia untuk kepentingan peperangan atau untuk kepentingan negara Jepang khususnya. Pada itu penderitaan rakyat yang di alami melalui tanam paksa.
C.  AKIBAT-AKIBAT DARI PENJAJAHAN DALAM BERBAGAI KEHIDUPAN
1.      Bidang Ekonomi
     Akibat yang paling nyata adalah setelah diberlakukannya pelaksanaan tanam paksa, bagi bangsa Indonesia menimbulkan kemiskinan, kesengsaraan dan kelaparan yang menimpa rakyat petani. Hal ini disebabkan oleh beban pajak, panen yang gagal, kerja rodi yang jalan terus. Kesengsaraan ini menyebabkan banyak penduduk mengungsi ke tempat lain, mati kelaparan atau terkena wabah penyakit.
2.      Bidang Politik dan Ideologi
     Seperti halnya dalam bidang ekonomi, dalam bidang politik dan ideologi pun kaum penjajah diupayakan dibekukan atau di kondisikan supaya tidak dapat berkembang. Melihat kondisi yang demikian maka Jepang pada saat menduduki Indonesia lebih was-pada dengan melarang semua partai politik yang pernah berdiri dan berkembang di In-donesia pada saat pemerintah kolonial Belanda. Sebagai pengganti nya sendiri, misal-nya Gerakan Tiga A, Putera, Jawa Hokokai.
3.      Bidang Sosial Budaya 
 Sekitar tahun 1908 seluruh kerajaan di Indonesia telah sepenuhnya dikuasai dan tunduk kepada kekuasaan kolonial Belanda. Oleh karena itu, di beberapa daerah timbul huru-hara perlawanan rakyat yang bersifat lokal menentang pungutan-pungutan pajak yang memberatkan dan bentuk-bentuk pemerasaan dan penindasan, terjadi pula diskriminasi rasial dimana masyarakat Indonesia dibagi menjadi tiga golongan berdasarkan keturunan dan asal usul.


Karakteristik dan Dinamika Perjuangan Bangsa Indonesia dalam Mencapai Kemerdekaan
A.  FAKTOR PENDORONG TIMBULNYA KEBANGKITAN NASIONAL
Secara umum, kaum penjajah ini memiliki karakteristik yang sama, yakni dominasi po-litik, eksploitasi politik, eksploitasi ekonomi serta penetrasi kebudayaan. Hal yang dimak-sud dominasi politikadalah penindasan di bidang politik karena semua kegiatan yang ber-usaha untuk memajukan kehidupan bangsa dan perbaikan pemerintahan di Indonesia selalu di awasi dan dilarang. Sedangkan eksploitasi ekonomiadalah penindasan dan ketidakadilan di bidang kehidupan sosial, diskriminasi masyarakat Indonesia menjadi 3 golongan berda-sarkan atas keturunan asal usulnya, seperti golongan Eropa, golongan Timur Asing dan go-longan Bumiputra (Pribumi), serta peraturan hukum yang berlaku bersifat diskriminasi rasial. Disamping faktor dari diri bangsa Indonesia sendiri, peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar negeri turut pula mempengaruhi perkembangan pergerakan nasional Indonesia. Peristiwa-peristiwa tersebut yaitu.
1.      Kemenangan Jepang terhadap Rusia.
2.      Perjuangan Nasional Rakyat Filipina 1898.
3.      Kebangkitan Nasional India.
4.      Revolusi Nasional Tiongkok atau Cina.
5.      Kebangkitan Nasional di Mesir.
B.  KARAKTERISTIK PERJUANGAN BANGSA INDONESIA  PADA MASA PERGERAKAN NASIONAL
Perjuangan bangsa Indonesia pada dekade ini ditandai dengan lahirnya organisasi Budi Utomo hingga tercetusnya ikrar Sumpah Pemuda. Organisasi yang cukup berperan dalam mencapai tujuan tersebut antara lain berikut ini.
1.      Organisasi Budi Utomo 1906-1907.
2.      Organisasi Serikat 1911.
3.      Indische Party 1912.
4.      Perhimpunan Indonesia
5.      Partai Nasional Indonesia 1927
6.      Partai Indonesia Raya
7.      Gabungan Politik Indonesia 1939
8.      Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

C.  KARAKTERISTIK PERJUANGAN BANGSA INDONESIA PADA MASA MENJELANG KEMERDEKAAN
Perjuangan partai politik Indonesia sudah menggembirakan karena sudah mulai menda-pat perhatian dan tanggapan serius dari pemerintah kolonial Belanda, hanya disayangkan kegembiraan ini pun harus punah bersama dengan punahnya Belanda yang harus bertekuk lutut kepada pemerintah Jepang. Pada masa pendudukan Jepang kehidupan partai politik benar-benar di petieskan. Jepang menyadari, sepenuhnya dengan adanya kebebasan berpar-tai politik bagi masyarakat jajahan merupakan bumerang bagi nya.

Karakteristik dan Dinamika Perjuangan Bangsa dalam Mempertahankan Kemerdekaan
A.  PERJUANGAN BANGSA INDONESIA PASCA PROKLAMASI
Setelah dibacakannya proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 oleh Sukarno – Hatta atas nama bangsa Indonesia, ujian pertama atas kewibawaan pemerintah Republik Indonesia terhadap rakyatnya terjadi pada peristiwa rapat raksasa di lapanga Ikada pada tanggal 19 September 1945. Namun demikian, semangat perlawanan kaum pemuda ter-nyata semakin memuncak. Selanjutnya pada tanggal 19 September 1945 pecah insiden ben-dera di Hotel Yamato, Belanda memasang bendera merah-putih-biru di puncak hotel, para pemuda berhasil merobek warna birunya dan mengibarkannya kembali sebagai bendera merah putih.
B.  KARAKTERISTIK PERJUANGAN BANGSA INDONESIA PADA MASA RIS SAMPAI DENGAN AWAL PELAKSANAAN DEMOKRASI TER-PIMPIN
Pengakuan Belanda atas kedaulatan RI yang dicapai dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag Negeri Belanda tanggal 23 Agustus 1949, yang hasilnya di terima dan di ratifikasi oleh KNIP tanggal 6 Desember 1949. Pada tanggal 15 Desember 1949 Sukarno dilantik menjadi Presiden RIS dan tanggal 20 Desember 1949 Hatta dilantik menjadi Perdana Mentri RIS  serta pada tanggal 17 Desember 1949 diadakan upacara pengakuan kedaulatan. Terjadi pemberontakan , untuk lebih jelasnya peristiwa-peristiwa tersebut diuraikan sebagai berikut.
1.      Peristiwa APRA di Bandung.
2.      Peristiwa Andi Aziz di Makasar.
3.      Peristiwa RMS di Maluku.
4.      Peristiwa DI/TII
5.      Pemberontakan PRRI dan PERMESTA di Sumatra dan Sulawesi.
6.      Pemilu I Tahun 1955.